Dunia Industri Mulai Lirik Teknologi AR

Dunia industri kini mulai melirik teknologi augmented reallity (AR). Dunia industri, yang sedang beralih menuju aplikasi Internet of Things (IoT), menganggap AR dapat berperan sebagai pivot point untuk adopsi IoT. Pasalnya, AR telah terbukti siap dan aplikatif untuk berbagai aktivitas industri inti, seperti inspeksi kualitas, instruksi kerja, dan pelatihan.

Menandai kiprah LiveWorx dalam penggunaan AR untuk perusahaan, Terri Lewis memperkenalkan Caterpillar kepada khalayak. Caterpillar, sebagai pelanggan beta untuk Vuforia Studio Enterprise, menggunakan AR untuk membantu user mengoperasikan dan mengelola generator XQ35 milik perusahaan. AR menyediakan listrik portable di berbagai lokasi konstruksi dan acara konser.

ariotMelalui sebuah perangkat mobile seperti smartphone atau tablet, AR dari Vuforia dapat menunjukkan operasi data dan berbagai instruksi operasi ataupun pengelolaan yang dijalankan oleh XQ35. Misalnya, penggatian filter, minyak, dan sebagainya.

Dalam sebuah sesi yang membahas tentang penggunaan AR dalam industri, Patrick Ryan dan Dan Arcynksi dari Index AR Solutions menegaskan tujuh manfaat AR untuk industri: inspeksi/jaminan kualitas, instruksi kerja, pelatihan, manajemen alur kerja, operasi, keamanan, dan logistik. Index AR Solutions adalah sebuah developer aplikasi AR yang menggunakan Vuforia.

Di dalam sebuah video, Newport News Shipbuilding menampilkan manfaat AR di dalam industri. Perusahaan yang terpandang ini menyatakan bahwa AR mempermudah identifikasi struktur yang ingin dikerjakan. AR memungkinkan untuk memperhatikan struktur kapal dan melihat bagaimana kabel-kabel dimasukkan dan dipasang secara nyata. Hal ini jauh lebih baik daripada sekadar memperhatikan diagram listrik di atas kertas dan mentransfer konsep layout kabel.

“AR bukan hanya teknologi yang menambah penghematan sebesar 2-5%,” tutur Arczynksi, “tapi ia merupakan aplikasi dengan penghematan yang terukur, yaitu 25% hingga lebih dari 90%.” Menurutnya, AR dapat memberikan penghematan yang sangat tinggi karena perusahaan tidak perlu membeli peralatan ketika menambahkan orang baru. Perusahaan tidak perlu membeli alat, namun proses justru dipercepat. Dengan demikian, perusahaan jelas banyak berhemat.