Langkah-Langkah Penyelesaian Masalah Menggunakan Logika Fuzzy

Salah satu ciri khas dari logika fuzzy adalah penggunaan instruksi-instruksi verbal yang tergambar dalam himpunan dan aturan-aturan fuzzy. Untuk menyelesaikan suatu permasalahan menggunakan logika fuzzy, diperlukan beberapa langkah, yaitu:
1. Pembentukan himpunan fuzzy
2. Pengetahuan aturan fuzzy
3. Pengambilan keputusan

Cara pembentukan himpunan fuzzy sudah pernah kita bahas sebelumnya, yaitu dengan menetapkan variabel-variabel dalam permasalahan yang akan dicari solusinya, kemudian membentuk fungsi-fungsi keanggotaan yang sesuai.

Adapun, aturan-aturan fuzzy dinyatakan dalam suatu hubungan implikasi IF x is A THEN y is B. Selanjutnya, untuk dapat mengambil keputusan dari aturan-aturan fuzzy yang ada, perlu dilihat dulu banyaknya input dan aturan yang ada.

Pengambilan Keputusan Fuzzy Secara Langsung

Jika di dalam sebuah sistem fuzzy hanya ada satu aturan dengan masing-masing sebuah input dan output, maka keputusan bisa langsung diambil menggunakan penalaran monoton. Contoh aturan fuzzy jenis ini misalnya IF Tinggi Badan is TINGGI THEN Berat Badan is BERAT. Pada aturan ini, diumpamakan bahwa input berupa variabel Tinggi Badan memiliki derajat keanggotaan Alfa pada himpunan fuzzy TINGGI. Selanjutnya, menggunakan penalaran monoton, nilai output bisa langsung diperoleh dengan melihat nilai output berupa variabel Berat Badan pada himpunan fuzzy BERAT dengan derajat keanggotaan Alfa.

penalaran monoton

Contoh penalaran monoton pada implikasi Tinggi Badan dan Berat Badan

Pengambilan Keputusan untuk Sistem dengan Sebuah Aturan Fuzzy dan Banyak Input

Jika di dalam sebuah sistem fuzzy terdapat sebuah aturan fuzzy dengan beberapa input, maka input-input tersebut dapat dihubungkan dengan operator-operator Zadeh, misalnya AND dan OR. Contoh aturan fuzzy jenis ini misalnya IF Permintaan TINGGI And Biaya Produksi SEDANG THEN Produksi Barang NORMAL.

Ketika input-input dalam aturan fuzzy dihubungkan menggunakan operator AND, maka derajat keanggotaan dari himpunan fuzzy output diambil dari derajat keanggotaan minimum dari input-input tadi. Sebaliknya, jika operator input yang digunakan adalah fungsi OR, maka derajat keanggotaan himpunan fuzzy output diambil dari derajat keanggotaan maksimum dari himpunan fuzzy milik input.

Selain dibentuk berdasarkan operasi fuzzy pada input, grafik output dipotong atau diskala menggunakan fungsi implikasi MIN ataupun DOT. Selanjutnya, keputusan dapat diambil melalui proses defuzzifikasi.

Contoh aplikasi operator-operator Zadeh pada industri

Contoh aplikasi operator-operator Zadeh pada industri

Pengambilan Keputusan untuk Sistem dengan Banyak Aturan Fuzzy

Jika sistem fuzzy memiliki lebih dari sebuah aturan fuzzy, maka keputusan dapat diambil setelah seluruh aturan yang ada diinterferensi terlebih dahulu. Ada beberapa metode interferensi fuzzy yang umum dikenal dalam, di antaranya:
– Metode Tsukamoto
– Metode Mamdani, terdiri atas metode MAX-MIN/MIN-MAX, SUM, dan Probor
– Metode Sugeno

Jika seluruh aturan telah diinterferensikan, maka keputusan dapat diambil dengan melakukan proses defuzzifikasi.