Teknik Kontrol dan Implementasi Ilmu Pengetahuan

teknik-kontrolSampai saat ini, kita telah mempelajari berbagai teknik kontrol yang biasa diaplikasikan untuk industri. Dari dasar sistem kontrol, hingga algoritma genetika. Pada algoritma genetika, kita telah mempelajari berbagai teknik memilih individu yang unggul untuk membentuk generasi baru yang unggul. Sebelum kita melanjutkan lebih jauh, ada baiknya pembaca menjawab pertanyaan yang mungkin muncul dari dalam diri “Untuk apa saya mempelajari semua ini? Toh saya bukan seorang praktisi industri.”

Pada dasarnya, segala ilmu teknik yang dipelajari tidak akan pernah sia-sia, meskipun Anda bukan seorang praktisi industri maupun bidang teknik yang lainnya. Pertanyaannya, seberapa besarkah porsi ilmu dalam memengaruhi kehidupan Anda?

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dapat diamalkan, yang dapat membawa kebaikan bagi pelakunya dalam kehidupan nyata. Beragam teknik yang dipelajari dalam teknik kontrol, sejatinya, dapat pula diimplementasikan dalam segala hal dalam kehidupan nyata. Bahkan pada aktivitas-aktivitas yang mungkin dipandang sebelah mata dan sangat tidak teknis.

Sebagai contoh, bagaimana Anda bisa menerapkan teknik kontrol agar dapat memperoleh ‘sistem’ memasak air yang efisien? Bagaimana bisa mengendalikan stamina tubuh agar dapat tetap stabil dan tidak drop meskipun terdapat input beban terus-menerus? Bagaimana pula cara menyelesaikan masalah dedaunan di kebun yang senantiasa rontok, menggunakan sistem yang robust, sehingga kebun tetap terlihat asri dan tidak kumuh?

Demikianlah, ilmu bukanlah sekadar pengetahuan pada tataran teori. Ilmu dipelajari untuk diambil manfaatnya, diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika saya masih duduk di sekolah dasar, seorang guru memberikan nasihat kepada kepada para murid “Seorang murid yang benar-benar cerdas bukan hanya seorang murid yang bisa memperoleh nilai bagus di sekolah, tetapi juga dapat menerapkan ilmu di balik nilai tersebut di rumah. Jadi, jika ada murid pandai tapi tidak mau membantu orang tua di rumah, maka itulah kepandaian yang semu.”

Dengan kata lain, sesedikit apa pun ilmu yang telah berhasil Anda pahami, maka itulah ilmu yang bermanfaat jika dapat Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, ketika ilmu yang sangat banyak tidak membuat diri Anda menjadi lebih baik dalam kehidupan nyata, waspadalah. Jangan sampai penguasaan ilmu yang begitu banyak hanya menjadi sebuah kepandaian yang semu.