Mengenal Pesawat sebagai Istilah Teknik

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar istilah pesawat? Sebagian besar mungkin akan langsung melayangkan pikiran ke pesawat terbang. Betul, pesawat terbang memang merupakan salah satu jenis pesawat. Namun, pesawat terbang bukanlah satu-satunya jenis pesawat.

Istilah pesawat juga sering disematkan pada berbagai jenis media telekomunikasi, seperti pesawat telepon dan pesawat radio. Dalam dunia teknik, pesawat memiliki makna khusus. 

Pesawat didefinisikan sebagai segala hal yang dapat mempermudah kehidupan manusia. Untuk itu, dikenal pula istilah pesawat sederhana dan pesawat kompleks.

Dengan definisi tersebut, pesawat pun mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Setrika, pisau dapur, ritsleting, alat pemotong rumput, mesin cuci, hingga sepeda motor pun merupakan contoh-contoh pesawat. Pesawat-pesawat tersebut digolongkan sebagai pesawat kompleks.

Seluruh pesawat kompleks biasanya tersusun dari kombinasi dari bermacam-macam pesawat sederhana. Mesin-mesin automatis di pabrik pun merupakan kombinasi dari ribuan atau bahkan jutaan pesawat sederhana. Berikut inilah 6 jenis pesawat sederhana yang digunakan dalam berbagai aplikasi.

1. Tuas atau Pengungkit

Tuas atau pengungkit mudah dikenali dari tiga komponen pembentuknya, yaitu titik tumpuan, titik beban, dan titik kuasa. Jarak antara titik tumpuan dengan titik beban disebut lengan beban. Adapun, jarak antara titik tumpuan dengan titik kuasa disebut sebagai lengan kuasa. Dalam jenis pesawat ini, diperoleh persamaan bahwa berat beban dikali lengan beban sama dengan besarnya gaya dikali lengan kuasa.

2. Bidang Miring

Dibandingkan mengangkat langsung, bidang miring dapat mempermudah pekerjaan pengangkutan barang dan sebaliknya. Gaya yang diperlukan untuk memindahkan beban melalui bidang miring lebih kecil daripada gaya untuk pengangkatan secara vertikal. Semakin landai suatu bidang miring, semakin kecil gaya yang diperlukan untuk memindahkan beban. 

3. Katrol

Katrol merupakan perangkat berbentuk roda ataupun blok roda dengan suatu rel di permukaan selimut roda. Melalui rel tersebut, diaplikasikan sebuah tali, kabel, kawat, atau bahan-bahan sejenis untuk mempermudah transportasi benda secara vertikal. 

4. Roda dan Poros (As)

Roda dan as memiliki karakter yang mudah untuk dipindahkan. Menggelindingkan roda memerlukan lebih sedikit gaya dibandingkan menggeser benda2 lainnya. Oleh karena itulah, roda sering kali dipasangkan pada berbagai peranti pengangkutan sehingga mudah untuk dipindahkan.

5. Ulir

Ulir merupakan pengembangan lebih lanjut dari bidang miring. Bidang miring ini melingkari benda yang menjadi porosnya, dari ujung bawah hingga ujung atas tanpa terputus. Ulir biasa diaplikasikan dalam pembuatan sekrup, mur, maupun jalanan di pegunungan. 

6. Baji

Baji juga merupakan aplikasi dari bidang miring. Di sini, suatu bidang datar dibentuk hingga memiliki kemiringan tertentu yang membuat benda tersebut memiliki sisi yang semakin tipis di salah satu bagian. Semakin tipis ujung benda tersebut, semakin tajam produk yang dihasilkan. Untuk itu, baji dapat digunakan untuk fungsi memotong, seperti pada mata pisau, kapak, ataupun benda-benda tajam lainnya.