Teknik Automasi, Aplikasi Teknik Kendali

Automasi Industri – Sumber Foto: pixabay

Teknik automasi merupakan salah satu penerapan dari teknik kendali (kontrol). Di dalam suatu sistem automasi, terdapat tiga elemen dasar yang membentuknya, yaitu

  • sumber tenaga,
  • program/instruksi, dan
  • sistem pengendali.

Automasi ditujukan untuk menggantikan tenaga manusia. Oleh karena itulah, diperlukan sumber tenaga yang akan menjalankan sistem automasi tanpa tenaga manusia. Biasanya, dalam suatu sistem automasi, tenaga listrik digunakan sebagai sumber tenaga. Pasalnya, energi listrik relatif mudah diperoleh dan fleksibel untuk diubah menjadi bentuk energi yang lain.

Selanjutnya, agar sistem automasi berjalan dengan baik, diperlukan program atau instruksi untuk mengatur jalannya proses automasi. Program atau instruksi memberikan urut-urutan proses yang harus dijalankan oleh alat sehingga proses automasi dapat diwujudkan.

Terakhir, sistem pengendali diperlukan untuk mewujudkan program atau instruksi yang diharapkan. Sistem pengendali mengatur unit-unit penggerak (motor) agar dapat beroperasi mengikuti proses/instruksi yang diharapkan. Untuk itu, dikenal dua jenis sistem pengendali, yaitu sistem pengendali terbuka dan sistem pengendali tertutup.

Sistem Kendali Tertutup

Sistem kendali tertutup merupakan sistem kendali yang menerapkan sistem umpan balik (feedback). Umpan balik sendiri merupakan keluaran sistem yang dideteksi ulang dan dianggap sebagai masukan pembanding oleh sistem pengendali. Dengan demikian, sistem dapat membandingkan keluaran sistem terkini dengan keluaran yang sejatinya diharapkan oleh sistem pengendali. Adapun, sistem kendali terbuka tidak memasukkan elemen umpan balik sehingga sistem tidak membandingkan keluaran sistem dengan keluaran yang diharapkan.

Sistem Kendali Terbuka

Kedua model sistem kendali di atas memiliki kelebihan maupun kekurangan masing-masing. Solusi-solusi automasi bisa menggunakan sistem kendali tertutup maupun terbuka, tergantung pada kebutuhan automasi yang diperlukan. Artinya, tidak semua sistem automasi memerlukan sistem pengendali umpan balik sehingga sistem kendali terbuka pun sudah mencukupi kebutuhan sistem. Sebaliknya, ada pula sistem automasi yang sangat memerlukan perbandingan umpan balik sehingga dipilihlah sistem kendali tertutup.

Dengan pengetahuan dasar tentang teknik automasi, teknik automasi tidak hanya bisa diterapkan pada skala manufaktur dan industri. Teknik automasi bahkan bisa diaplikasikan dalam skala rumah tangga, sesuai dengan kebutuhan penghuni rumah, sehingga terwujudlah sebuah rumah pintar.