Metode Roda Roulette untuk Proses Seleksi Orang Tua

Roda roulette untuk memilih orang tua dalam algoritma genetika

Roda roulette untuk memilih orang tua dalam algoritma genetika (roultte30.com)

Telah masyhur diketahui bahwa keturunan yang baik dapat diusahakan dengan memilih orang tua yang baik pula. Prinsip ini pun diaplikasikan ke dalam sistem pengendalian sistem untuk menghasilkan sistem yang terbaik, misalnya dalam algoritma genetika.

Dalam algoritma genetika, terdapat proses evaluasi setiap individu yang mungkin menjadi solusi dari permasalahan yang dihadapi. Setiap individu memiliki kualitas yang direpresentasikan ke dalam sebuah nilai yang disebut nilai fitness. Salah satu prosedur yang dikenal dalam algoritma genetika salah satunya adalah proses reproduksi untuk menghasilkan individu-individu baru yang akan membentuk generasi baru pula. Untuk itu, diperlukan proses seleksi individu yang akan menjadi orang tua, yang akan dikawinkan dan menghasilkan generasi baru. Orang tua (parents) dipilih dari individu terbaik, yaitu individu yang paling fit, dan dikawinkan dengan cara disilangkan (crossover) atau dilakukan mutasi.

Untuk memilih orang tua (proses seleksi), terdapat beberapa metode yang dapat dipilih. Metode yang paling sederhana adalah metode roda roulette (roulette wheel). Jadi, roda roulette bukan hanya terdapat pada permainan judi saja ya! Konsep pemilihan seperti pemilihan angka pada roda roulette diambil untuk menyeleksi orang tua dalam algoritma genetika. Bedanya, pada roda roulette yang asli, setiap angka pilihan memiliki lebar slot yang sama sehingga memiliki kemungkinan terpilih yang sama pula. Adapun, pada proses seleksi orang tua dalam algoritma genetika, lebar setiap slot dibedakan sesuai dengan nilai fitness setiap individu. Individu dengan nilai fitness yang lebih tinggi akan memiliki slot yang lebih lebar. Dengan demikian, kemungkinan individu tersebut untuk dapat dipilih pun lebih besar daripada individu dengan nilai fitness yang lebih kecil.

Selanjutnya, dilakukan sebuah pemilihan acak pada rangkaian individu dengan prosentase keterpilihan yang telah diatur tadi. Pemilihan dapat dilakukan sebanyak satu kali atau beberapa kali, sesuai dengan kebutuhan dan rancangan algoritma genetika yang digunakan. Individu-individu terpilih itulah yang akan menjadi orang tua, yang selanjutnya akan disilangkan atau dilakukan mutasi.

Menarik sekali bukan proses pemilihan orang tua dalam algoritma genetika yang satu ini?