Pengendalian Proses dalam Dunia Industri

indexTeknik kendali dikenal sebagai ilmu yang mempelajari tentang kestabilan sistem. Adapun, sistem pengendalian proses merupakan salah satu aplikasi dari ilmu tersebut. Dengannya, sistem akan dikendalikan agar dapat mengolah input sedemikian hingga tercapai output yang diharapkan.

Dalam industri, pengendalian proses banyak memegang peran vital. Pada umumnya, proses dalam industri dikendalikan dengan mengatur besar kecilnya pembukaan katup (valve). Pengaturan ini dapat digunakan untuk mengatur temperatur, komposisi bahan, level ketinggian, waktu proses, dan berbagai variabel industri lainnya. Dengannya, suhu proses dan ruangan dapat dijaga agar tetap konstan, prosentase setiap bahan senantiasa tepat, level ketinggian cairan dapat terjaga, waktu pemrosesan selalu terukur di setiap proses, dan seterusnya.

Dengan kata lain, dalam industri, valve sering digunakan sebagai alat untuk mengendalikan variabel yang diatur. Adapun, output yang diharapkan disebut sebagai set point. Sistem pengendalian proses akan membandingkan masukan yang diterima oleh sistem dengan set point yang ditetapkan. Dengan serangkaian kalimat logika, jika masukan belum sesuai dengan set point, valve akan dibuka atau ditutupĀ  agar variabel bisa sama dengan set point.

Proses membuka atau menutup valve dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  1. Manual, artinya valve dibuka atau ditutup secara manual oleh manusia.
  2. Otomatis, artinya valve dibuka atau ditutup secara otomatis menggunakan alat terprogram, misalnya Programmed Logic Controller (PLC) atau Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA).

Pada pengendalian proses secara otomatis, input analog maupun digital akan dibaca oleh alat pengendali. Selanjutnya, alat akan melakukan serangkaian program logika. Proses ini akan menghasilkan output yang dapat berbentuk sinyal analog maupun digital. Output yang dihasilkan dari pengendalian proses akan menggerakkan aktuator sehingga tercapai kondisi yang diinginkan sesuai dengan set point.

Saat ini, kebanyakan industri besar telah menggunakan sistem pengendalian proses secara otomatis. Walaupun demikian, keahlian untuk dapat mengendalikan proses secara manual tetaplah diperlukan. Terlebih, ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada peralatan otomatis, proses industri tetap dapat dijalankan sesuai prosedur.